Sabtu, Mei 30, 2009

Paragraf

Seperti halnya kalimat, sebuah paragraf harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Paragraf yang baik dan efektif harus memenuhi syarat kohesi (hubungan bentuk) dan koherensi (hubungan makna). Kohesi berkenaan dengan hubungan bentuk antara bagian-bagian dalam suatu paragraf. Koherensi adalah keterkaitan makna antara bagian-bagian paragraf. Karena itu, suatu paragraf dikatakan memenuhi syarat kohesi dan koherensi bila kalimat-kalimat yang membina paragraf itu secara bersama-sama menyatakan suatu hal atau tema tertentu. Selain itu kalimat-kalimat itu juga harus mempunyai hubungan yang logis atau tidak rancu.
Cermatilah dua paragraf di bawah ini!
Paragraf 1
Indonesia merupakan gudang kayu jati. Di antara kayu jati yang dihasilkan oleh negara-negara lain, misalnya: Birma, Muangthai, dan Taiwan, kualitas jati Jawa adalah terbaik. Kayu jati memang baik untuk perabotan rumah tangga, terutama untuk mebel. Sementara itu, rumah-rumah banyak yang dibiarkan berdiri di kota-kota.


Paragraf 2
Belakangan ini sering kita lihat di televisi adanya perlombaan layangan, dari yang mungil hingga yang ukuran raksasa. Hal ini pernah diperlombakan di Jepang dan juga di Pulau Bali. Layangan bukan hanya digandrungi anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Anak-anak kecil suka main apa saja. Anak perempuan suka bermain boneka. Orang dewasa suka bermain catur. Oleh karena itu, layangan juga dapat dikatakan sebagai sumber ilham pembuatan kapal terbang pada kemudian hari.

Paragraf adalah gabungan kalimat yang mengandung satu gagasan pokok dan didukung oleh gagasan-gagasan penjelas. Gagasan pokok dan gagasan penjelas ini tentunya harus memiliki keterpaduan antara bentuk dan maknanya.

Menulis Deskripsi

Tulisan deskripsi adalah tulisan yang bertujuan memberi gambaran suatu objek kepada pembaca secara rinci dan jelas tanpa disertai pendapat penulis terhadap objek tersebut.
Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis imudah-
kan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi.
Hal pertama yang harus dilakukan ketika hendak menulis adalah menentukan topik. Topik sangat banyak dan bertebaran di mana-mana. Topik dapat dicari dari masalah-masalah seperti politik, ekonomi, kesenian, olahraga, kesehatan, pendidikan, teknologi, dan hiburan.
Setelah Anda dapat menentukan topik, topik tersebut perlu dibatasi supaya masalah dan ruang lingkup yang dibahas tidak terlalu luas dan lebih jelas. Topik dapat dibatasi berdasarkan tempat, waktu, sebab-akibat, rincian, dan sebagainya.
Perhatikan contoh pembatasan topik berikut ini!


Topik:
Bencana alam


Pembatasan topik:
- sebab-sebabnya
- sejarahnya
- perkembangannya
- keadaannya
- untung ruginya
- tipe-tipe

Selanjutnya, Anda akan menulis karangan berjenis deskripsi, tetapi buatlah dulu kerangka karangan. Perhatikan kerangka karangan berkut ini!

Topik:
Kota Megapolitan Jakarta
Rumusan:
Problematika Jakarta sebagai Megapolitan
Judul:
Kota Megapolitan Jakarta

I. Jakarta sebagai ibu kota
1.1 Pusat pemerintahan
1.2 Pusat bisnis dan ketenagakerjaan

II. Tujuan utama kaum urban
2.1 Kota yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik
2.2 Banyak sektor pekerjaan yang menjanjikan

III Masyarakat dengan tingkat kebutuhan tinggi

IV. Memunculkan berbagai problem
4.1 Ekonomi
4.2 Budaya
4.3 Sosial
4.4 Politik

Jenis dan Pola Pengembangan Paragraf

3.2.1 Jenis Paragraf

Ada empat jenis paragraf yang dibahas, yaitu paragraf deduktif, induktif, campuran, dan naratif. Perhatikan contoh berikut ini!

A. Deduktif
Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.


1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus.

B. Induktif
Guru menguasai materi dengan baik. Siswa terkelola dalam suasana pembelajaran yang kondusif. Proses pembelajaran aktif dan partisipatif. Evaluasi dilaksanakan sebagai pengukuran tingkat penyerapan siswa. Hal-hal di atas merupakan indikasi menuju keberhasilan pembelajaran di kelas.
1. Kalimat utama berada di akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang khusus ke hal yang umum (luas).

C. Campuran
Bahasa sangat penting dalam kehidupan kita. Untuk berkomunikasi kita menggunakan bahasa. Untuk bekerja sama kita menggunakan bahasa. Untuk mewarisi dan mewariskan kebudayaan, kita memerlukan bahasa. Sekali lagi, betapa pentingnya bahasa bagi kehidupan kita.
1. Kalimat utama berada di awal dan ditegaskan kembali pada akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus dan ditegaskan kembali pada hal yang umum (luas).
D. Naratif
Seseorang sedang menyapu sambil menembang. Pak Mo mengumpulkan daun-daun kering di sudut halaman. Esok hari pekerjaan yang sama menghadang di tempat yang sama. Daun-daun jatuh dan Pak Mo menyapunya lagi. Begitulah rupanya hakikat dari hidup, selalu menuntut dibersih-bersihkan karena sampah dapat datang setiap saat, setiap desah nafas.
• Semua kalimat dalam paragraf itu terintegrasi secara baik; menggambarkan pikiran yang terdapat dalam paragraf itu.
• Semua kalimat merupakan satu kesatuan isi. Satu kalimat pun tidak boleh sumbang.

3.2.2 Pola Pengembangan Paragraf
Yang dimaksud dengan pola pengembangan adalah bentuk pengembangan kalimat utama ke dalam kalimat-kalimat penjelas.
Salinlah kalimat rumpang berikut dan lengkapilah bagian yang rumpang!
A. Rincian
Ada beberapa cara untuk mengatasi banjir di Jakarta. Pertama, ........................................................................................ Kedua, ................................ Ketiga, ................................................................. Keempat, ...................................

B. Sebab-akibat
Gelombang tsunami dahsyat melanda Aceh dan Sumatera Utara. Bangunan dan fasilitas kota sebagian besar hancur ................................................................................................................ Ratusan ribu orang meninggal dan hilang ......................................................................................... .

C. Akibat-sebab
Kedisplinan dan sopan santun para pengendara di jalan raya rendah. Jumlah dan aneka jenis kendaraan yang sangat banyak ............................................................................................................. Hal-hal seperti itulah yang menyebabkan kemacetan di Jakarta terus terjadi dan sulit diatasi.

D. Analogi
Kemajuan di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia tidak berbeda dengan kereta api bermesin uap yang menarik puluhan gerbong dengan muat ..................................................................................................

E. Perbandingan
Ada perbedaan yang mencolok antara murid yang rajin dan murid yang malas. Murid yang rajin ........................................................................................................... Murid yang malas ........................

F. Generalisasi
Remaja zaman sekarang lebih mendambakan dan menghargai kebebasan. Remaja Indonesia pun tidak terlepas dari pola dan gaya hidup seperti itu. .....................................................................................................
1. Salinlah dalam buku tugas Anda paragraf rumpang berikut, kemudian lengkapilah sehingga menjadi paragraf yang sempurna!

a. Semua makhluk hidup memerlukan air. Manusia.................. Tumbuhan memerlukan air ................................ Hewan .........................................
b. ......................................... Tayangan kekerasan yang vulgar ........................ Demikian juga dengan tayangan ............................................................ Singkatnya, besar pengaruh tayangan televisi terhadap perkembangan jiwa anak.
c. Banyaknya bencana yang terjadi, tidak terlepas dari kecerobohan manusia menjaga dan memelihara alam dan lingkungan. Hutan ...................... Bukit .................................... Bantaran kali ..........................
d. Malam ini begitu sunyi. Bulan ................................... Bintang ............................... ....................................... Semilir angin menusuk hati dengan .................................
2. Tulislah paragraf menggunakan pola pengembangan berikut:
a. rincian
b. sebab-akibat
c. analogi
d. perbandingan
e. generalisasi


Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi

Ada dua pola pengembangan deskripsi, yaitu pola bergerak dan tidak bergerak.

A. Pola tidak bergerak/statis
Dari suatu tempat tertentu, pengarang atau pengamat dalam keadaan diam (tak bergerak/statis) dapat melayangkan pandangannya kepada tempat yang akan dideskripsikan, dengan mengikuti urutan-urutan yang teratur dimulai dari titik tertentu.
Pengarang dapat mulai dari timur ke barat atau dari utara ke selatan, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang, atau dari kanan ke kiri. Ia juga dapat bertolak dari satu titik yang dianggap penting kemudian berangsur-angsur ke bagian yang makin rendah kepentingannya dari titik sentral tadi. Atau, ia dapat mulai dari titik yang paling jauh berangsur-angsur ke titik atau tempat yang terdekat.

B. Pola bergerak
Pola yang kedua adalah memandang suatu tempat dari segi yang bergerak. Seringkali terjadi bahwa deskripsi terhadap sebuah tempat dilakukan dengan bertolak dari suatu segi pandangan yang lain, yaitu pengamat sendiri berada dalam keadaan bergerak. Seorang yang berada dalam pesawat terbang akan melihat dari jauh sebuah tempat secara samar-samar. Dari kejauhan ini, ia hanya melihat bagian-bagian yang paling besar, tanpa ada perincian detail-detailnya: namun semakin dekat, bagian-bagian yang lebih kecil akan mulai tampak satu persatu, dan pada titik yang terdekat ia akan melihat bagian yang tadinya sama sekali tidak dilihatnya. Sesudah melampaui tempat tadi, penglihatannya akan mulai berlawanan dengan apa yang baru dialaminya tadi. Makin lama objek-objek bertambah kecil: objek-objek atau bagian-bagian yang kecil menghilang lebih dahulu, kemudian disusul bagian yang lebih besar, akhirnya seluruh bagian lenyap sama sekali.
Kedua pola di atas menunjukkan perbedaan yang amat besar, karena dalam titik pandangan pola pertama (statis) semua benda dalam sebuah tempat berada dalam keadaan diam, tidak mengalami perubahan. Tetapi, pola pandangan kedua menunjukkan perbedaan dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan jarak yang terjadi. Dalam pola yang kedua ini dapat dimasukkan pula variasi berupa deskripsi atas dua tempat atau bagian yang diperbandingkan satu sama lain.


Perhatikan dua kutipan berikut ini!
Kutipan 1
Di ujung selatan rumah sakit ini ada dua gedung panjang membujur beratapkan seng. Sebelum orang masuk ke dalamnya, tampak tergantung papan tulis yang minta perhatian kita: “Anak umur 16 tahun ke bawah tidak boleh masuk!” Jadi tempat ini amat berbahaya, sebab di halaman berhamburan terbang kuman-kuman tbc yang dinamakan basil Koch itu. Dan basil itu bisa masuk ke tubuh orang. Oleh karena itu, akan selalu kita lihat orang yang sedikit mengerti, menutup hidungnya dengan saputangan dan juru rawatnya memakai topeng masker dan kain putih yang sudah steril.
Di depan kedua gedung ini tampak ada sebuah gedung pula. Bila saudara harus melaluinya, karena harus menjenguk wanita atau para juru rawat di asrama wanita, saudara mesti juga menutup hidung sebab bau tai yang sudah kering.
Ini jalan ke asrama putri, jadi dengan kata lain, asrama itu letaknya sejajar dengan kedua ruang itu. Akh, supaya jangan mengerikan kita sebut saja kedua ruang tbc itu X dan ruang XI menurut urut-urutannya, jadi letaknya di daerah berbahaya.
Kemungkinan terjangkit menurut pikiran yang logis sangat besar, tapi rupanya para perawat sudah kebal – immun – lagi (sih!) mereka telah di atas 16 tahun.
Dan Ave Maria atau Santa Lucia, nyanyi-nyanyi gereja kudus itu selalu dapat didengar di kamar mandi bersama-sama lagu-lagu cinta asrama: bagus, di mana-mana mereka selalu ingat.
Asrama putri itu di sebelah selatan – sedang di sebelah utara R - X saudara lihat sebuah los besar beratapkan genteng, tem-pat orang-orang tbc beristirahat dari pukul 8 sampai pukul 10.30 tiap pagi, 2 1/2 jam berbaring telentang, bernafas dengan perut, tidak boleh pikir apa-apa, dan yang lebih celaka lagi, bila orang ingin lekas sembuh, selama 2 1/2 jam tidak boleh tidur! Ringan tapi berat.....”
Sumber: “Bayi Mati”, A. Radjab, dalam GTA, Jilid 2 hal. 227

Kutipan 2
“Mulai keluar dari Selat Madura, perahu berlayar dengan tenang. Jika kita memandang ke sebelah kiri, pemandangan kita lepas ke daratan Pulau Jawa, dan ke sebelah kanan, pandangan kita tertumbuk ke pantai Pulau Madura. Di sana-sini kelihatan kaki bukit yang keputih-putihan, tanah kapur yang tidak ditumbuhi tanam-tanaman. Kami berlayar antara dua pantai yang agak berlainan keadaannya. Gunung-gunung di pantai Pulau Jawa yang hijau dan lebih subur itu berdiri dengan tenang seakan-akan memandang dengan sayu ke lau.
Sehari semalam lepas dari Gresik barulah kami masuk ke laut Jawa. Belum jauh dari selat Madura, ombak sudah mulai besar. Beberapa lamanya kami mendapat angin barat, perahu kami seakan-akan didorong dari belakang. Sepanjang jalan kami banyak berjumpa dengan sampan-sampan penangkap ikan atau perahu- perahu Madura yang berlayar dari tempat-tempat yang dekat.
Saya berangkat dalam musim pancaroba atau musim pergantian angin barat dan angin timur. Dalam musim yang semacam itu datang angin tidak tetap, antara sebentar berkisar. Maka, kedengaranlah suara nakhoda memberi perintah kepada anak buahnya untuk menukar letak layar, karena arah angin berubah-ubah. Saya merasakan perahu amat oleng, selain ombak besar jalan perahu sudah mulai mengambil haluan ke kanan kemudian ke kiri. Tak ubahnya seperti jalan seekor ular yang berbelit-belit, berputar-putar di air. Jalan perahu semacam itu menggergaji namanya.

Bagilah kelas menjadi dua kelompok!
Kelompok I mendiskusikan pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan yang dimaksud pengembangan paragraf deskripsi dengan pola tidak bergerak/statis!
2. Jelaskan ciri-ciri pengembangan paragraf deskripsi dengan pola tidak bergerak/statis!
3. Coba tulislah satu contoh paragraf dengan pengembangan paragraf deskripsi dengan pola tidak bergerak/ statis!

Kelompok II mendiskusikan pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan yang dimaksud pengembangan paragraf deskripsi dengan pola bergerak!
2. Jelaskan ciri-ciri pengembangan paragraf deskripsi dengan bergerak!
3. Coba tulislah satu contoh paragraf dengan pengembangan paragraf deskripsi dengan pola bergerak!

Tugas Individu

1. Berdasarkan uraian tersebut jawablah pertanyaan berikut ini!
a. Tentukan dari kedua kutipan di atas mana yang menggunakan pola bergerak dan yang tidak bergerak? Jelaskan perbedaan antara keduanya berdasarkan hasil analisis Anda!
b. Objek apa yang dilukiskan dalam kedua kutipan di atas? Dapatkah pola tersebut diterapkan pada objek lain? Cobalah Anda cari contoh lain dari surat kabar/majalah?
c. Buatlah kesimpulan tentang deskripsi secara jelas dan singkat menggunakan bahasa yang baik dan benar!

Eksposisi

Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.
Di sinilah perbedaannya dengan karangan deskripsi. Karangan deskripsi bertujuan menggambarkan/melukiskan sesuatu sehingga seolah-olah pembaca mengatakannya sendiri. Karangan deskripsi dapat bersifat ilmiah atau nonilmiah. Sumber karangan diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, dan imajinasi.
Eksposisi tidak selalu terbagi atas bagian-bagian yang disebut pembukaan, pengembangan, dan penutup. Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai.

5.3.1 Wacana Eksposisi

Untuk memahami karangan eksposisi, perhatikan wacana berikut!
Wacana 1
Yang Kedua bagi American Airlines

Jatuhnya pesawat berkapasitas 266 penumpang airbus A300-600 merupakan peristiwa kedua bagi American Airlines beberapa detik lepas landas dari bandar udara internasional O’Hare Chicago, tiba-tiba mesin kiri lepas dari dudukannya. Pilot tidak bisa mengendalikan pesawat akibat keseimbangan pesawat mendadak berubah dengan jatuhnya mesin berbobot sekitar 5 ton. Pesawat mendarat dan menghujam tempat parkir kendaraan 31 detik kemudian dan 271 penumpang plus awak tewas seketika.
Kecelakaan lain menyangkut mesin copot dialami oleh pesawat kargo El-Al milik flag carier Israel, 4 Oktober 1992. Mesin nomor empat atau yang paling ujung pada sayap kanan, tiba-tiba lepas akibat dua fuse-pin (baut kedudukan mesin) lepas. Disusul kemudian oleh mesin nomor tiga. Mendadak kehilangan dua mesin, pilot tidak dapat mengendalikan pesawat dan menabrak gedung bertingkat di Amsterdam, Belanda. Empat awak tewas berikut 47 penghuni flat yang ditabrak.
Sumber: Kompas, 15 November 2001
Wacana 2
Sejarah Kloning

Berkembangnya ilmu rekayasa genetika, bisa dikatakan berawal dari temuan bersejarah, James Watson dan Francis Crick berupa informasi genetik DNA yang struktur molekulnya berbentuk helix ganda, 1953.
Oktober 1990, National Institute of Health mengumumkan pekerjaan ambisius, memetakan struktur genetik manusia dalam ...................................................................................................... ...........................................................................................................................................
Februari 1997, ilmuwan Skotlandia berhasil mengembangkan Dolly, anak domba yang dikloning dari sel kambing dewasa. Ini diikuti domba kloning Poly yang dihasilkan dari sel kulit yang dimodifikasi dengan tambahan gen manusia, Juli 1997.
Juli 1998, para peneliti di Universitas Hawaii mengkloning 50 ekor tikus dalam tiga generasi yang sel-selnya dikembangkan dari satu ekor tikus.
Tahun 2000, peneliti di Oregon memproduksi rhesus monyet yang dinamai Tetra dengan cara memisahkan embrio fase dini dan kemudian mencangkokkan kembali potongan-potongan itu ke rahim induknya.
Terakhir, November 2001, pengumuman eberhasilan kloning manusia untuk tujuan terapi. (AP/MSNBC/Reuters/nes)
Sumber: Kompas, 27 November 2001

Kedua wacana tersebut adalah contoh dari karangan eksposisi proses. Wacana pertama menjelaskan bagaimana proses terjadinya dua buah kecelakaan pesawat terbang. Wacana kedua menjelaskan perkembangan ilmu rekayasa genetika.


5.3.2 Pola Pengembangan Proses
Pola pengembangan karangan eksposisi bisa bermacam-macam, di antaranya pola pengembangan proses. Paragraf proses itu menyangkut jawaban atas pertanyaan bagaimana bekerjanya, bagaimana mengerjakan hal itu (membuat hal ini), bagaimana barang itu disusun, bagaimana hal itu terjadi.

Gorys Keraf dalam Komposisi (Ende Flores: Nusa Indah, 1994: 92) menjelaskan bahwa proses merupakan urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu atau urutan dari suatu kejadian.

Bacalah wacana berikut ini, kemudian kerjakan pelatihan!

Pembibitan Jenis Unggul

Sejak dahulu para petani meningkatkan panennya dengan pembibitan yang saksama, memilih tumbuhan induk yang kuat dan sehat, serta mengombinasikan sifat-sifat terbaik dari berbagai varietas tumbuhan.
Penelitian pertama tentang bagaimana sifat-sifat diturunkan dari induk kepada keturunannya dilakukan oleh Gregor Mendel, seorang rahib Austria yang hidup pada pertengahan abad XIX. Untuk penelitiannya, dia memilih ercis yang tumbuh di kebunnya, dengan dua alasan. Pertama, di antara tumbuhan ercis terdapat perbedaan yang besar. Sebagian tinggi, sebagian pendek, sebagian berwarna kuning, sebagian hijau, dan sebagainya. Kedua, ercis penyerbukannya sendiri. Jadi tidak ada bahaya penyerbukan silang karena serangga atau angin yang dapat membingungkan percobaan.
Pertama-tama Mendel mengambil tumbuhan yang tinggi dan pendek, dan membiarkan terjadinya penyerbukan sendiri. Tumbuhan yang tinggi selalu menghasilkan anak-anak yang tinggi, dan tumbuhan yang pendek menghasilkan anak-anak yang pendek. Selanjutnya, dia menyilangkan tumbuhan yang tinggi dengan yang pendek, dan sebaliknya. Apakah anaknya akan tinggi, pendek, atau sedang? Mendel tercengang karena semuanya tinggi. Dia memutuskan bahwa setiap tumbuhan harus membawa zat khusus atau faktor, untuk mengontrol ketinggian. Dia menyebut faktor tinggi itu dominan, karena hasil kawin silang semuanya tinggi, faktor pendek disebut resesif karena tidak muncul.
Mendel kemudian membiarkan tumbuhan hasil persilangan itu melakukan penyerbukan sendiri. Ia lebih tercengang lagi ketika anak tumbuhan itu muncul. Kebanyakan pohonnya tinggi, tetapi beberapa pohon ada yang pendek. Di samping tiga tumbuhan yang tinggi, ada satu yang pendek. Tidak ada yang pertengahan. Hasil persilangan itu walaupun tinggi, tentu membawa faktor pendek; diturunkan dari induknya yang pendek. Dia mengambil kesimpulan, bahwa setiap tumbuhan pasti membawa dua faktor, satu dari telur dan satu dari pollen. Bila kita menamakan faktor yang menghasilkan tinggi T, dan yang menghasilkan tumbuhan pendek t, tumbuhan asli tinggi TT dan tumbuhan asli pendek tt, keturunan asli tinggi dan asli pendek adalah Tt atau tT. Tetapi apabila membiak, turunannya mungkin TT atau tt atau tT atau Tt. Karena T dominan terhadap t, maka TT, tT, dan Tt semuanya tinggi. Hanya tt yang pendek, karena tidak mengandung T. Itulah sebabnya mengapa ada tiga yang tinggi untuk tiap yang pendek. Gregor Mendel adalah peletak dasar ilmu genetika modern. “Faktor-faktor” Mendel itu sekarang disebut gen.

Perkawinan Silang
Para ahli mencoba untuk menghasilkan tumbuhan yang lebih baik dan berguna secara perkawinan silang tumbuhan yang bersifat baik dan berguna. Mereka menggunakan hukum genetika yang ditemukan Mendel untuk meramalkan hasil setiap persilangan. Para ahli juga mengubah gen dengan berbagai macam radiasi. Tidak ada cara untuk mengontrol perubahan. Kebanyakan merugikan, tetapi perubahan yang baik cukup banyak untuk menghasilkan jenis unggul.

Gen dan Kromosom
Cara makhluk hidup berkembang dan tumbuh dikontrol oleh kode perintah yang dibawa oleh kromosom, yang berbentuk benang-benang kecil dalam nukleus sel. Masing-masing adalah rantai gen dan setiap gen membawa perintah untuk satu sifat. Sel yang normal mempunyai beberapa pasang kromosom. Setiap pasang membawa kode untuk sifat yang sama.Tetapi sel pembiakan (telur, sperma, atau pollen) hanya menerima satu kromosom dari setiap pasang. Pada pembuahan, telur memberikan satu kromosom dan satu dari sel jantan. Maka, makhluk yang baru akan mempunyai pasangan kromosom yang lengkap.

Tugas Individu
1. Tuliskan pokok-pokok pikiran tiap paragraf wacana di atas!
2. Berdasarkan pokok-pokok pikiran yang sudah Anda tulis, buatlah rangkuman bagaimana Gregor Mendel melakukan proses penelitiannya!
3. a. Buatlah satu paragraf eksposisi proses yang dikembangkan dengan contoh!
b. Pilihlah salah satu topik yang bertema “Teknologi”!

Paragraf Persuasif

Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta.
Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh bila Anda akan menulis paragraf persuasif.

A. Menentukan Topik dan Tujuan
Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Misalnya, topik yang dibuat oleh penulis adalah “Menghidari pengaruh buruk nakotika dan obat-obatan terlarang lainnya”. Tujuan penulisan yang dapat dirumuskan adalah meyakinkan pembaca bahwa narkotika dan obat-obat terlarang lain merupakan pembunuh berdarah dingin yang secara perlahan membawa pecandunya ke liang lahat.

B. Membuat kerangka Karangan
Agar susunan tulisan persuasif itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat perhatian dalam perumusannya.
Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti ini, pembaca langsung dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.
Contoh kerangka tulisan persuasif dengan topik “Menghilangkan pengaruh buruk narkotika dan obat-obat terlarang lain” ialah sebagai berikut.

1. Hakikat Narkotika dan Obat-obat Terlarang
1.1 Pengertian narkotika dan obat-obat terlarang
1.2 Jenis narkotika, bentuk, dan harga
1.3 Efek masing-masing jenis narkotika bagi tubuh
2. Latar Belakang Pecandu Narkotika
2.1 Frustasi
2.2 Broken home
2.3 Ingin disebut modern
2.4 Sebab-sebab lain
3. Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Narkotika
3.1 Pengaruh narkotika terhadap kondisi fisik dan kejiwaan pecandu
3.2 Pengaruh narkotika terhadap masa depan pecandu
3.3 Pengaruh narkotika terhadap masyarakat
4. Cara Penanggulangan yang Mungkin Dilakukan
4.1 Menghilangkan hal-hal yang menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dunia narkotika
4.2 Meningkatkan kerja sama antara orang tua-guru-kepolisian dalam memberantas narkotika

C. Mengumpulkan Bahan
Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, dan penyebaran angket kepada responden.
Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat membuat catatan, baik kutipan langsung maupun tidak langsung, yang nantinya dapat dijadikan sebagai barang bukti.
Contoh.
Peneliti mengungkapkan bahwa sebab-sebab seseorang dapat terjerumus ke dalam dunia narkotika: 45% broken home, 20% frustasi, 17% ingin disebut modern, dan sisanya karena sebab lain (Sukartono, 1987:45)

Artinya:
Data tersebut diperoleh dari buku karangan Sukartono yang diterbitkan pada tahun 1987, halaman 45.

D. Menarik Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasi harus kita lakukan dengan benar agar tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi.
Contoh:
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa kota besar di Jawa Barat dapat dikemukakan ciri-ciri seorang pecandu narkoba adalah ....

E. Penutup
Pada bagian ini penulis mengajak pembaca untuk waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkotika dan menjauhi narkotika yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan jiwa.
Contoh paragraf persuasif:

Contoh pertama:
Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.

Contoh kedua:
terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.

Tidak ada komentar: